Minggu, 18 April 2010

SMP Negeri 2 Pakisaji - Braja Inggil Luhuring Taruna



Drs Sudarto, S.Pd sangat antusias sekali mengelola SMPN 2 Pakisaji yang terletak ditengah sawah di Kecamatan Pakisaji ini. Sekolah yang di dirikan untuk menampung siswa dari berbagai lapisan masyarakat ini akhirnya mampu untuk menyelengga rakan proses belajar mengajar, walaupun memerlukan perhatian ekstra, dibanding dengan mengelola sekolah sejenis yang telah mapan.

Sejak diberdirikan dan sejak menerima dana bantuan operasional sekolah dari pemerintah pusat, seko lah ini telah menggratiskan beaya bagi seluruh siswa-siswanya. Hal ini dilakukan dengan mempertimbang kan keadaan orangtua/walimurid yang kebanyakan adalah anggota masyarakat kurang mampu.

Pakisaji adalah tempat kela hiran Bupati Malang Sudjud Pribadi, sehingga sudah selayaknya beliau harus memperhatikan perkembang an sekolah ini. Karena beliaulah yang lebih mengenal Pakisaji daripada yang lain. Masa kecil dengan sekolah yang sangat memprihatinkan adalah sesuatu yang harus dirubah untuk pe nyiapan generasi yang akan datang. Siapapun tidak akan menyangka jika dari suatu kecamatan yang tidak diperhitungkan ini muncul seorang pemimpin daerah yang tanggap dan selalu memandang masyarakat seba gai tujuan akhir pembangunan yang dilakukan pemerintah.



Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh SMP Negeri 2 Pakisaji seperti tampak pada gambar adalah bagian kecil dari seluruh kegi atan yang ada. “ Rasanya tidak pantas mas, sekolah kami ini diberitakan pada mas-media. Karena kami merasa masih belum apa-apa.” kata kepala sekolah merendah kepada Media Pendidikan.“ Lihat mas, semuanya masih jauh dibawah standar sekolah yang lain.” sambungnya. Tetapi karena Media Pendidikan memang bertekad untuk menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat dalam memajukan pendidikan pada umumnya, maka menampakkan yang tidak nampak adalah merupakan motto yang harus dipegang teguh. Redaksi berpendapat siapa saja yang memang layak untuk di muat dan diberitakan akan tetap diberitakan, akan tetapi siapa saja yang tidak layak untuk dimuat dan di beritakan tidak akan diberitakan. Yang lemah diangkat akan menjadi kuat, yang kuat dimotivasi agar tidak menjadi sombong. Berita bukan milik sekolah yang sudah maju, tetapi sekolah yang belum maju patut diberitakan agar menjadi maju dan berkembang dengan pesat. (MD/JIS)
Selengkapnya...

Sabtu, 17 April 2010

SMA Negeri 1 Lawang - Mencoba Mengukir Prestasi di Bidang Olahraga



SMA Negeri Singosari atau disingkat SMANESI merupakan se kolah menengah tingkat atas yang termuda di Kabupaten Malang. Ter muda tidak berarti bisa diremehkan demikian saja. Segala bentuk upaya dan usaha seluruh praktisi pendidik an yang tergabung didalamnya le bih memilih meraih prestasi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik secara diam diam.
Sejarah telah membuktikan bahwa kerajaan kecil yang bernama Singhasari merupakan tonggak ke pemimpinan bangsa Indonesia seca ra turun temurun. Dari Ken Arok sam pai Prabu Kartanegara yang dilanjut kan Raden Wijaya dengan Majapahit sampai kemudian ke Demak yang akhirnya menuju keraton Yogya dan Solo. Terakhir terbentuklah republik ini dengan semangat joang yang patut dibanggakan.
Demikian pula dengan SMA Negeri Singosari yang akan meraih prestasi sedikit demi sedikit untuk mengejar ketertinggalannya dengan SMA Negeri lainnya di Kabupaten Ma lang. Dimulai dengan mencoba me latih dan mempersiapkan diri dalam prestasi non akademik dibidang Olah raga, patut mendapatkan atensi dari berbagai pihak yang terkait.
Sarana dan prasarana yang ada terus dibenahi dan ditingkatkan. Demikian pula penyiapan siswa sis wanya yang aktif dalam dunia olah raga terus digembleng. Mulai dari ca bang olah raga basket, bola volli dan sebagainya terus dilatih demi menca pai prestasi yang diinginkan.



Dalam bidang pengembang an diri disektor olah raga terus diusa hakan agar sejajar dengan sekolah sekolah sejenisnya, sedangkan disektor lainnya misalnya seni dan ke trampilan juga tidak kalah persiapan nya. Hanya satu kata yang menjadi semangat sekolah ini, berusaha untuk menjadi yang terbaik. Terbaik dalam prestasi akademik dan terbaik pula prestasi non akademik diseluruh Kabupaten Malang.
Usaha tersebut tidak akan berhasil bila tidak diimbangi oleh kesungguhan pengelola sekolah yang bersangkutan. Kepala sekolah dan seluruh staf pengajar serta tata usaha sekolah harus bekerja keras untuk mencapai cita cita yang telah dicanangkan. Mengejar ketertinggal an dengan sekolah sejenis yang ada diwilayah Kabupaten Malang, bila perlu sampai ketingkat regional Jawa Timur.
Selain merupakan tanggung jawab pengelola sekolah, maka kemajuan dan kemandirian SMA Negeri Singosari juga menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pada umumnya. Prestasi non akademik yang tercapai akan membawa nama sekolah men jadi idola masyarakat yang secara tidak langsung akan menambah ke percayaan masyarakat untuk menye kolahkan putera-puterinya kelak.
SMA Negeri Singosari atau SMANESI patut untuk diberi suport dan semangat agar dapat berbenah dan bekerja lebih baik. Sumbangan pikiran, konsep dan lainnya untuk kemajuan dan perkembangan seko lah patut untuk dijadikan acuan da lam meniti karier kemasa depan yang cemerlang. Viva SMANESI !
(MD/JIS) Selengkapnya...

Jumat, 16 April 2010

Nadhifa Ainumillah Juara Harapan Ii Festival & Lomba Seni Siswa Nasional Smp Tingkat Propinsi Jawa Timur


Satu prestasi berhasil direbut oleh siswi SMPN 1 Lawang dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasi onal SMP(FLS2N) tingkat Propinsi Jawa Timur. Nadhifa Ainumillah, siswi klas VIII/F ini telah berhasil menggondol Juara Harapan II dalam cabang Seni Cerita Bahasa Inggris yang diadakan di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Siswi berperawakan kecil dan berpenampilan sederhana ini tidak disangka kalau akan berhasil menda pat penghargaan kejuaraan tingkat Propinsi Jawa Timur.

Drs H Soenaryo, M.Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lawang me ngatakan bahwa memang sudah di jadwalkan dan dianggarkan dalam RAPBS untuk menunjang kegiatan peningkatan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, baik dari dana BOS maupun dari iuran Komite Sekolah setiap bulannya. Sehingga kegiatan disekolah dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala. “ Walau hanya juara harapan II saya merasa bangga sekali, karena ini kejuaraan tingkat propinsi. Saya akan belajar lebih giat lagi agar nanti dapat merebut Juara Pertamanya.” Dengan demikian bertambah lagi prestasi yang diukir oleh siswa/i Kabupaten Malang. (MD/Nung)
Selengkapnya...

Kamis, 15 April 2010

Program Pertukaran Pelajar SMA Negeri 1 Lawang


Siswi berjilbab ini berhasil dihubungi Media Pendidikan disekolah dan dilanjutkan dirumahnya untuk di wawancara seputar keberhasilannya menjadi duta ke Amerika Serikat dalam program pertukaran pelajar Indonesia - Amerika Serikat tahun 2007 yang baru lalu. Anggie mengikuti program AFS (American Field Service) dengan cara mengikuti test secara umum dan bisa lulus serta dinyatakan sebagai peserta program pertukaran pelajar ke USA, tepatnya di Central High School - Woodstock, Virginia.

Untuk kepentingan tersebut, Anggie harus merelakan kehilangan 1 (satu) tahun pelajaran, dimana setiba nya dari USA harus mengulang pelajar annya di kelas III lagi. Untunglah semua masih bisa diatasi oleh siswi ini dengan penuh keikhlasan dan senyumannya yang khas. Senyum yang entah aslinya ataukah setelah memperoleh pengalam annya hidup bersama keluarga Amerika Serikat selama setahun penuh.
Lebih jauh Anggie menceritakan bahwa dalam pelaksanaan program ini, semua pendanaannya ditanggung oleh AFS dalam program Youth Exchange Students Indonesia - Amerika Serikat. Jadi Anggie hanya mengikuti apa yang telah menjadi aturan main daripada orga nisasi tingkat dunia tersebut. Namun, semuanya berjalan lancar dan tidak ada permasalahan yang timbul sejak kebe-rangkatan sampai di USA dan kembali lagi ke Indonesia.

Anggie memperoleh banyak pe ngalaman yang menarik selama berada di Amerika Serikat, baik sewaktu belajar maupun kegiatan sosial lainnya; terma suk bagaimana induk semangnya yang orang Amerika asli memperlakukannya sebagai sesuatu yang istimewa sekali. “ Saya sangat heran dengan cara mereka memperlakukan kehadiran saya dirumahnya. Saya dianggap sebagai saudara sendiri dan diperlakukan tidak berbeda dengan anggota keluarga yang lain. Benar benar istimewa sekali, sam-pai tidak terasa telah habis masa tugas saya disana. Sungguh saya sangat ter kesan sekali dengan mereka, mas ! ”

Keluhannya dalam mengikuti program pertukaran pelajar ini hanya satu baginya, yaitu tidak ada perhatian ataupun penghargaan dari pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Demikian dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa dimana siswi ini tinggal. Apalagi dari Dinas Pendidikan maupun dari pihak sekolah tempat siswi ini bersekolah. “ Mudah mudahan untuk siswa / siswi yang akan datang akan ada perha tian dari pemerintah, terutama dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.” katanya mengakhiri wawancara. (RID/MP)
Selengkapnya...

Rabu, 14 April 2010

Peningkatan Profesionalisme Guru Eks Wilayah Kawedanan Tumpang


Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang telah menyelengga rakan pelatihan tentang CTL atau dalam istilah asingnya Contextual Teaching Learning. Pelatihan pelatihan serupa akan diadakan disetiap eks wilayah kawedanan yang tersebar diseluruh Kabupaten Malang. Khusus untuk guru-guru yang berdinas di SMP Negeri se eks Kaweda nan Tumpang, yang meliputi SMPN 1 Tumpang, SMPN 2 Tumpang, SMPN 1 Poncokusumo, SMPN 2 Poncokusumo, SMPN 1 Pakis, SMPN2 Pakis, SMPN 2 Pakis dan SMPN 2 Jabung diseleng garakan di SMP Negeri 1 Tumpang pada tanggal 28 Janu ari 2009.

Seluruh Kepala Sekolah SMPN di wilayah eks Kawedanan Tumpang hadir dalam acara tersebut, semuanya betul betul merasakan khidmadnya pelaksanaan pelatihan tentang pening katan profesionalisme guru dalam me laksanakan tugas pembelajaran pada sekolah sekolah SMP Negeri yang ada. Acara berjalan dengan lancar dan sukses, hal disebabkan karena per siapan yang dilakukan oleh panitya betul betul memadai.

Drs. Dharmawan HP, M.Si selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Tumpang yang merupakan koordinator penyelenggara acara pelatihan sangat bangga dengan suksesnya pelaksanaan. “ Kami bangga sekali dengan adanya pelatihan yang berlangsung dengan lancar dan sukses. Apalagi di datangi oleh Media Pendidikan, bagi kami ini merupakan kepedulian media terhadap pembangunan dibidang pendi dikan yang ada di Kabupaten Malang. Matur nuwuun, mas !” Pelatihan Peningkatan Profesionalisme Guru merupakan suatu wujud adanya perkembangan dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Malang pada masa masa yang akan datang. (Farid/MP)
Selengkapnya...

Selasa, 13 April 2010

Pelatihan Pembelajaran IPA Untuk 40 Guru di Lawang


Sebagai bentuk perhatian dalam bidang pendidikan umumnya dan pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya, juga keinginan untuk terus memperat tali per sahabatan diantara sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Lawang, Sekolah Dasar “Ummu Aiman” Lawang menggelar acara Pelatihan Tingkat Provinsi Pembelajaran IPA tanggal 1 – 3 Desember 2008 di Gedung BAPELKES Murnajati Lawang. Acara Pelatihan Pembelajaran IPA yang digelar selama tiga hari itu adalah hasil kerjasama antara SD Ummu Aiman Lawang dengan Konsorsium Pendidikan Islam (KPI) dan Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya dalam keinginan untuk memberikan sumbangan berupa ilmu. Tiga orang trainer didatangkan dari KPI masing-masing terdiri dari 2 orang trainer yang sebagai tenaga pengajar dari SD Al Hikmah Surabaya dan seorang trainer yang berasal dari MIN 1 Malang. “Kami dari KPI merupakan lembaga independent yang tanpa dinaungi oleh salah satu partai ataupun ormas lain, hanya berkeinginan untuk membantu memajukan sekolah-sekolah baik dalam bidang pengajaran, pembelajaran dan managemen”, dikatakan Drs. Abdul Halim wakil dari KPI pada sambutannya dalam acara pembukaan pelatihan IPA itu.

Hadir pula dalam acara Pembukaan Pelatihan tersebut adalah Pengawas Pendidikan UPTD Kecamatan Lawang yaitu Drs. Subandiyo yang menyatakan bahwa sangat terbantu oleh lembaga pendidikan seperti SD Ummu Aiman yang telah memberikan kontribusi kepedulian untuk memajukan pendidikan di Kecamatan Lawang. Dari sepanjang acara pelatihan ini, para trainer dari Konsorsium Pendidikan Islam Surabaya sebagai pemateri telah mampu menyuguhkan banyak hal yang dapat “menghilangkan rasa dahaga” para guru-guru di Lawang khususnya pada materi pelajaran IPA. Banyak hal yang baru yang mampu mem-up grade pengetahuan peserta pelatihan karena segarnya pengetahuan pula yang didapat dari para trainer tersebut. Sebutlah misconseption (miskonsepsi = kesalahan konsep) ternyata banyak hal-hal yang selama ini keliru dalam menyampaikan ke anak didik kita.

Dalam kegiatan tersebut juga disediakan sesi untuk presentasi dari masing-masing kelompok untuk berkreasi sambil membuat yel-yel kelompoknya, diskusi kelompok, mempraktekkan KIT IPA, dan memperagakan micro teaching di hari terakhir. Pada sesi micro teaching tersebut peserta diminta untuk memilih bahan materi dan media juga model pembelajaran yang mereka pilih sendiri berdasarkan teori-teori yang telah mereka dapatkan sebelumnya.

MoU
Ummu Aiman dan KPI Surabaya

Pada 23 November 2008 SD Ummu Aiman telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) kerjasama pelatihan dengan Konsorsium Pendidikan Islam Surabaya. Penandatanganan kerjasama ini berisikan tentang ketentuan-ketentuan untuk SD Ummu Aiman sebagai OC (organizatioin comitee) yang berlangsung sampai kontrak kerjasama yaitu selama 3 tahun ke depan. Adapun acara-acara pelatih an itu berlangsung setiap liburan semesteran sekolah selama 3 hari.

Ada sebagian guru yang mengeluh dan menimbukan kege lisahan setelah mengikuti SEQIP IPA karena ternyata tidak juga menjawab persoalan pembelajaran. Antara pelatihan pembelajaran dan praktik masih dipisah-pisah. Hal ini tentu saja tidak mendobrak pola pengajaran tradisional yang meng anggap anak semata-mata sebagai obyek didik.

Sebagai pendidik kita harus tertantang dengan untuk menerap kan model proses. Yakni model pembelajaran yang include (beriringan) dengan aktivitas siswa, dengan menggunakan alat peraga. Dengan konsep ini, bila misalnya seorang guru menerangkan konsep tentang air, maka harus ada aktivitas di air, secara berkelanjutan. Begitu juga ketika menerangkan tentang tata surya, guru harus memakai alat peraga yang pas hingga dari konsep tata surya, siswa bisa sekaligus memahami konsep tentang cahaya dan fotosintesis pada tumbuhan. Kenyataan yang logis-logis bisa diterima anak. Maka dengan model proses, seorang siswa tak lagi harus belajar lagi di rumah. Dengan model yang menyertakan alat peraga ini, anak didik diperlakukan lebih nyaman dan tak membingungkan. Kalau ulanganpun, siswa tak perlu ngoyo belajar, karena sudah paham lewat praktek. Terlalu sering menceramahi murid, apalagi tanpa ada upaya mendekatkan antara yang diterangkan di depan kelas dengan kenyataan sehari-hari, itu sama saja dengan mematikan kreatitivitas anak didik.

Jika di dalam kelas-kelas sekolah terjadi seperti ini “Horee... Aku bisa, Aku sudah selesai. ..ternyata hasilnya begitu...”. Begitu kira-kira teriakan kelompok-kelom pok siswa yang telah menyelesaikan praktek IPA saat itu. Suasana seperti itu terasa menyenangkan dan melegakan, baik bagi siswa maupun bagi guru. Dan tentu saja masih banyak ragam teriakan-teriakan siswa yang seolah-olah menunjuk kan ekspresi menyenangkan, memuaskan, mengasyikkan... Pertanyaannya adalah: “Apakah pembelajaran IPA yang kita lakukan selama ini suasananya sudah seperti itu?”. Selama ini yang banyak terjadi adalah pembelajran IPA yang pasif, suasana tegang, sepi dan membosankan. Hal ini dikarenakan pembe lajaran sains disampaikan berupa konsep-konsep dengan metode ceramah sehingga membuat siswa tidak menyenangi mata pelajaran IPA.

Pembelajaran sains dapat menyenangkan dan mengasyikkan jika guru menyampaikan pembela jaran dengan model-model pembe lajaran. Maka guru perlu menguasai berbagai model pembelajaran agar dalam penyampaian materi menye nangkan dan sesuai dengan karakteristik materi. Guru IPA/Kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendu kung proses pembelajaran juga diharapkan dapat menyuguhkan konsep dan metode pembelajaran Sains/IPA dengan kesiapan meng uasai bahan ajarnya dengan berbagai model yang efektif bagi peningkatan motivasi belajar. Pembelajaran Sains bukan hanya MENGHAFAL konsep-konsep, tetapi harus MELAKUKAN sesuatu, dengan kata lain BUKAN HASIL YANG PENTING, tetapi PROSES akan menghasilkan HAL YANG PENTING.
Selengkapnya...

Senin, 12 April 2010

Drs H Sugiyanto - Lurah Peduli Pendidikan


Drs. H. Sugiyanto, M.Si ini adalah sosok pegawai negeri sipil (PNS) yang telah mempunyai penga laman cukup dibidangnya. Dimulai dari staf kantor Kecamatan, Plt Kepala Desa Bedali, Lurah Lawang dan sekarang menjadi Lurah Kalirejo, Kecamatan Lawang - Kabupaten Malang. Satu deretan pengalaman kerja yang cukup menja dikannya semakin dewasa dalam mengambil setiap keputusan yang akan ditetapkan. Penampilan yang sangat sederhana disertai senyum khas yang selalu dipajangnya setiap kali melayani atasan, teman sekerja dan semua tamu tamunya.
Dalam bidang pendidikan, pria ini mempunyai andil yang sangat besar dalam pendirian lembaga pendidikan sampai aktif sebagai pengurus komite sekolah.

Diawali dengan membantu berdirinya TK Al Masyithoh di jalan Kauman dan berperan sebagai pengurus Komite Sekolah, kemudian sebagai pengurus Komite Sekolah SD Negeri Lawang 5 dan terakhir se bagai pengurus Komite Sekolah SMP Negeri 1 Lawang. Kesemuanya itu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa ingin berperanserta dalam pembangunan bidang pendidikan. “Yang penting kita bisa mem bagi waktu saja, mana yang lebih penting untuk dilakukan ya dijadwal lebih dahulu. Karena saya seorang pegawai negari, maka semuanya saya lakukan seuasi jam dinas sebagai pegawai negeri.”

“Saya ikuti semua kegiatan sosial dalam bidang pendidikan, karena bagi saya semua itu adalah sumbangsih saya dalam kehidupan bermasyarakat.” Saat ini, pria berpenampilan sederhana ini sedang sibuk menge-lola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada diwilayah kewena ngannya sebagai Lurah Kalirejo. PAUD NUSANTARA merupakan salah satu kegiatan ekstra disamping kegiatan kerjanya sebagai Lurah. Drs H Sugiyanto, M.Si. tidak bisa dilepaskan dari kegiatan bidang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), Taman Kanak Kanan, Sekolah Dasar, Sekolah Me nengah Tingkat Pertama sampai ke Sekolah Menengah Atas, semuanya digelutinya.

“Mumpung masih bisa mem bantu, kesempatan hidup didunia ini akan saya pergunakan untuk kegiat an sosial kemasyarakatan. Apalagi sebagai Lurah, semuanya akan saya bantu sebaik mungkin. Saya tidak membeda-bedakan unsur apapun dalam membantu perkembangan pendidikan didaerah saya.” Berkat uluran tangan yang tulus ikhlas itu tidak dapat dipungkiri lagi, seluruh warga Kecamatan Lawang pasti mengenalnya, baik sebagai seorang pegawai negeri sipil maupun sebagai pribadi yang selalu terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, terutama pendidikan. Sentuhan tangan yang ikhlas selalu menjadikan semua program program pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya selalu memperoleh hasil yang memuaskan. Sebagai wong Lawang asli yang berdinas diseputaran Lawang tentu akan merupakan suatu kebang gaan tersendiri. Selamat berkarya pak Yanto, seluruh masyarakat masih menantikan uluran tanganmu yang tulus ikhlas membantu perkem bangan pendidikan. Redaksi masih menunggu Kepala Desa, Lurah, Camat atau siapapun yang aktif berperanserta dalam pembangunan dunia pendidikan. (MD/MP)
Selengkapnya...

Minggu, 11 April 2010

Srikandi Pendidikan - Suatmari Listyorini


Siapapun tidak akan me-nyangka bilamana wanita setengah baya ini didaerahnya dikenal sebagai Srikandi Pendidikan yang selalu berperan dalam kegiatan kewanitaan terutama dibidang pendidikan. Suatmari Listyorini, isteri dari Sekretaris Kelurahan Kalirejo - Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini selalu terlibat dalam berbagai kegiatan didaerahnya. Mulai dari ke giatan PKK di kelurahan sampai dengan kegiatan bidang lainnya. Seolah tidak kenal lelah, wanita yang satu ini selalu tampil segar dalam segala kegiatan sosial dikalangan nya, mulai dari kegiatan sebagai se orang isteri Sekretaris Kelurahan, kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan politik sampai dengan kegi atan dibidang pendidikan.

Dibidang pendidikan, wanita separuh baya ini lebih berkonsentrasi sebagai guru Taman Kanak Kanak pada TK Kartika IV-13 yang terletak di Kelurahan Kalirejo - Kecamatan Lawang. Dengan bermodalkan kesa baran disertai senyumannya yang khas keibuan, maka pekerjaan sosial membimbing anak anak untuk me ngenal berbagai benda, ketrampilan, latihan bahasa dan menyanyi dilaku kan dengan pebuh kesungguhan. “Seperti momong anak sen diri, mas ! semuanya harus dilakukan dengan penuh perasaan kasih dan sayang, agar si anak mau menurut.” tuturnya.

“Kalau jenjang pendidikan lainnya tinggal melanjutkan saja, tetapi yang tersulit adalah mengasuh dan membimbing anak anak ini. Mulai belajar mengenal benda, huruf, angka, membaca, menulis sampai dengan menyanyi. Kalau nggak cocok mereka pasti menangis dan berseru memanggil ibunya.” Katanya kepada wartawan MP. Demikian pula dengan kegiatan politik yang digelutinya. Sebagai kader sebuah partai yang cukup besar, wanita ini selalu tampil dengan sabar dan senyum dalam menyampaikan ide-idenya. “Namanya berorganisasi, selalu ada sharing dalam memutus kebijakan yang akan diambil. Tetapi semua ada pijakan aturannya, mas !” katanya kepada MP. (MD/Nung)
Selengkapnya...

Sabtu, 10 April 2010

SMPN 2 Lawang Memasuki Sekolah Standar Nasional

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT, sejak tanggal 1 Oktober 2008 kemarin, SMP Negeri 2 Lawang telah menyandang status Sekolah Standar Nasional.” sapaan pertama kepala sekolah SMPN Lawang ini kepada Media Pendidikan. Beberapa persyaratan untuk men capai Sekolah Standar Nasional telah dimiliki oleh sekolah ini, antara lain Laboratorium Komputer, Labo ratorium IPA, Laboratorium Bahasa dan beberapa fasilitas sarana pendidikan lainnya. Dengan demikian di kecamatan Lawang semua SMP Negerinya telah berstatus Sekolah Standar Nasional. SMP Negeri 2 Lawang adalah sekolah yang terletak jauh dari kota yaitu di Desa Sidodadi, akan tetapi peminatnya selain dari desa juga dari daerah perkotaan, antara lain dari Kecamatan Lawang dan Singosari.

Saat ini siswanya sebanyak 753 anak, dimana sekitar 250 tergo long dari keluarga tidak mampu yang harus digratiskan. Sedang sisanya tetap membayar Rp.40.000,- sebagai subsidi silang guna menutup kekurangan beaya operasional seko lah. “ Kebijakan membayar ini adalah kebijakan yang diambil oleh Komite Sekolah yang bertugas untuk menun jang pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 2 Lawang.” kata Kepala Sekolah pada MP.

Bila dilihat dari luas lahan yang ada, maka akan terlihat kemungkinan prospek kedepan yang lebih baik. Hal ini disebabkan adanya sisa lahan yang masih dapat dipergunakan untuk kepentingan penyediaan sara na dan prasarana sekolah. Dengan menambah sarana dan prasarana sesuai dengan per syaratan yang ada, maka setelah mencapai Sekolah Standar Nasional (SSN), maka masih dapat dicapai standar yang lebih tinggi bila sekolah ini ditangani dengan profesional. Rintisan Sekolah Berstandar Internasional akan merupakan tuju an akhir dari kepedulian pengurus Komite Sekolah beserta seluruh civitas akademika SMPN 2 Lawang. (MD/Nung).
Selengkapnya...

Jumat, 09 April 2010

Berbagai Kegiatan SMP Negeri 1 Sumberpucung


SMP Negeri 1 Sumberpucung merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang telah men capai peringkat Sekolah Standar Nasional (SSN) dari sederetan sekolah yang ada di Kabupaten Malang. Ibu H Sulasih, S.Pd, M.Si adalah kepala sekolah yang selalu berdisiplin dalam mengelola satuan pendidikan yang dipercayakan kepadanya. Disiplin disertai sifat ke-ibuan yang membuat krasan teman-sekerjanya. Kombinasi antara disiplin dan sifat keibuan yang ada dalam pribadi ibu kepala sekolah ini telah menghantarkan SMP Negeri 1 Sumberpucung untuk selalu bergiat dalam segala kegiatan, baik dalam kegiatan akademik maupun kegiatan non akademik.

Kegiatan olahraga yang unik juga dicoba untuk dijadikan ciri khas sekolah ini yaitu catur yang biasanya dimainkan oleh orangtua. Kegiatan olahraga catur ditata sedemikian rupa sehingga siswa siswa tertarik untuk mengikuti dengan serious. Kegiatan olahraga bola volly juga mendapatkan prioritas utama, sehingga sekolah ini mempunyai tim volley yang cukup tangguh. Sementa ra itu dibidang seni, mulai dijajagi untuk mengadakan seni karaoke di sekolah. Dan hal ini mendapatkan perhatian serta antusias yang sangat luar biasa dari siswa dan siswi yang ada disekolah ini.

Dalam acara karnaval yang diadakan Pemerintah Kabupaten Malang, penampilan dari siswi SMPN 1 Sumberpucung sempat memukau penonton. Semua kegiatan telah dilaku kan secara berkesinambungan dan terencana dengan baik, sehingga sekolah ini berhasil juga mendapat peringkat Sekolah Standar Nasional. Ketika ditanya apakah ada keinginan untuk meningkatkan status sekolah menjadi RSBI, ibu kepala sekolah menjawab : “ aya kira semua sekolah yang sudah berstandar nasional akan memikirkan untuk ke RSBI. Tetapi semuanya membutuhkan beaya yang tidak sedikit.” Lebih lanjut diuraikan bahwa untuk mencapai sekolah RSBI ini dibutuhkan peranserta masyarakat dalam hal ini melalui komite sekolah, apakah ada kemauan untuk mendu kung program sekolah apa tidak. Kalau pihak masyarakat ber sedia menunjang, maka bagi sekolah tinggal memikirkan dan merencana kan sekolah ini menuju Rintisan Sekolah Berstandar Internasional dengan sebaik baiknya. Selamat Ibu Hajjah, semoga sukses ! (JIS/MP)
Selengkapnya...

Kamis, 08 April 2010

Profil SMA Negeri 1 Tumpang



SMAN 1 Tumpang berdiri sejak tahun 1965 dengan katagori filial SMA Negeri 3 Malang dengan alamat di Jalan Setyawan, Tumpang. Sejak tahun 1983 mendapat limpahan tanah Desa Tumpang di Jalan Kamboja - Malangsuko, Tumpang sehingga pada tahun ajaran 1984/1985 terjadi sejarah bedol SMA Negeri Tumpang dari Jalan Setyawan ke Jalan Kamboja - Malangsuko, Tumpang. Sejak tahun 2007 SMA Negeri Tumpang menyandang predikat Rintisan Sekolah Katagori Mandiri (RSKM), artinya SMA Negeri Tumpang adalah sekolah yang terakreditasi A dan sekolah yang sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), dengan data :

No. Statistik Sekolah : 30 105 18 09 003
No. Surat Keputusan : 0299/0/1978
Tanggal : 15 September 1978
NIS : 000518

Adapun nama Kepala Sekolah yang pernah menjabat di SMA Negeri 1Tumpang adalah :

1. ABDUL SYUKUR, BA
2. Drs. MOENAWAR
3. Drs. SOEJONO
4. Drs. WAGIO, HS
5. Drs. SUNTORO
6. Drs. SOEHARTONO
7. Dra. Hj. SRI MULJATI
8. Drs. SUGENG HADIONO, M.PD.
9. Dra. MASKURI


Tahun 2009 ini kekuatan sekolah didukung 102 tenaga kerja (SDM) dengan rincian :
Golongan IV a 5 orang
Golongan III d 6 orang
Golongan III c 2 orang
Golongan III b 3 orang
Golongan III a 6 orang
Golongan II d 2 orang
Golongan II c 1 orang
Golongan II a 1 orang
CPNS 3 orang

Berijasah S2 1 orang
Berijasah S1 60 orang
Berijasah D.III 0 orang
Berijasah SLTA 5 orang
Berijasah SLTP 0 orang
Berijasah SD 1 orang


VISI
Menuju peserta didik berprestasi dalam bidang IPTEK dan IMTAQ
yang berwawasan lingkungan

MISI
- meningkatkan prestasi akademik dan life skill lulusan
- meningkatkan prestasi ekstra kurikuler
- membentuk peserta didik yang berakhlaq mulia dan berbudi luhur
- meningkatkan pelayanan akademik untuk pengembangan potensi siswa secara optimali
- meningkatkan suasana belajar kondusif dan menyenangkan

Saat ini susunan pengelola sekolah adalah :
Kepala Sekolah : Drs Maskuri
Waka Kurikulum : Drs Herry Effendy, M.Pd
Waka Kesiswaan : Drs Prianggono
Waka Sarpras : Drs Subakri
Waka Humas : Choirotun Nadliroh, S.Ag.
Ka Tata Usaha : Lilik Astuti

Sarana yang dimiliki sekolah adalah Lab IPA, Lab Bahasa, Lab Komputer, Ruang Multimedia, Lapangan Basket, Lapangan Volley, Aula untuk bulutangkis, Masjid Al Firdaus yang dapat menampung 600 jema’ah, Ruang belajar sebanyak 24 kelas, Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Ruang Perpustakaan, Ruang Konsultasi Bimbingan Konseling, Ruang Pengembangan Diri (Batik), Studio Musik Modern, Koperasi Siswa dan Kantin.

Beberapa prestasi akademik yang membang gakan adalah :
- Mewakili Propinsi Jawa Timur pada Olimpiade Siswa Nasional bidang kebumian sebagai juara III di Makasar.
- Siswa berprestasi Juara I Tingkat Kabupaten Malang pada tahun 2008.
- Menjadi delegasi AFS (American Field Service) ke Jepang selama 2 minggu.

Beberapa prestasi non akademik yang mem banggakan adalah :
- Meraih medali perak pada POPDA Jatim untuk perisai diri puteri.
- Juara II Karate pada Pekan Olahraga Kab Malang 2008.
- Juara I Lomba Poster anti Narkoba yang diada-kan oleh Dinas Pendidikan Prop Jawa Timur.
- Menjadi Delegasi Raimuna tahun 2008 di Cibubur.
- Juara II kelas A Putera pada Invitasi Pencak Silat antar pelajar se Jawa- Bali tahun 2008.
- Juara II kelas Putera Remaja pada Walikota Cup kejuaraan pencak silat tahun 2008.

SMA Negeri 1 Tumpang yang telah berhasil mencapai Sekolah Standar Nasional (mandiri) dengan disertai sederet prestasi akademik yang telah diraihnya, tidak berlebihan bila saat ini juga sedang mempersiapkan diri berusaha meningkatkan statusnya setingkat lebih tinggi yaitu menuju Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).
Selengkapnya...

Rabu, 07 April 2010

KI Semar Sabda - Konsepsi Manunggaling kawulo Gusti Oleh Dewi Kenatren


Semua tokoh punakawan mempunyai bentuk badan yang agak istimewa. Semar digambarkan seba gai orang tua, berkuncung putih, bermata rembes, berkaki pendek, berpantat besar. Boleh dikata bentuk nya seperti penyu atau kura-kura. Meskipun wajahnya jelek dilihat tampak (Badan atau Wadhagnya), bahkan tidak jelas laki-laki maupun perempuan tetapi para kesatria khususnya Pandhawa begitu mati matian membela dan mempertahankan Ki Semar. Namun ia adalah sebagai simbol dari ketentraman dan keselamatan hidup.

Dalam pandangan kejawen gambaran semar yang dilam bangkan atau sering diartikan tiga didalam satu yakni adanya kebera daan tiga tokoh sentral yang berasal dari Khayangan atau menggunakan istilah “Tiga Alam”. Yang mana disimbulkan dalam sosok tiga jejaka kembar yang sangat tampan (Bambang Tejamantri, Bambang Ismaya, Bambang Manikmaya). Dimana Bambang Tejamantri yang pertama (tertua) dimaknakan sebagai Badan Kasar (Badan Wadhag), atau bersifat jasmaniah dan identik dengan alam dunia. Atau istilah yang lainnya dinamakan dengan Sukma Kawekas yaitu anasir didalam diri manusia yang tidak berubah. Atau dapat juga dipandang sebagai asal mula kesadaran hidup yang tidak terbatas, tenang, tentram dan tidak bergerak, di dalamnya terdapat kandungan kemampuan yang tidak terbatas. Dan di dalam Sukma Kawekas tersebut dapat kita lihat dengan adanya sifat Kehendak (Karsa), atau bisa kita sebut sebagai suatu kesadaran hidup yang statis. Yang dapat diuraikan dan bermakna sebagai penegak hidup, yang mem punyai nilai yang paling rendah.

Yang kedua adalah Bambang Ismaya yang wajah aslinya sangat tampan (satria), dimaknakan seba gai Badan Halus (Badan Alus) yakni jagadnya yang bersifat nuraniah, kadang pendapat lain sering mengartikan atau menama kan Roh Suci yakni anasir di dalam diri manusia yang berada di Badan Halus. Bisa juga diuraikan bahwa Badan Halus atau Badan Alus tadi mempunyai fungsi sebagai menjaga, memelihara dan merawat, disini Badan Halus tersebut bernilai lebih tinggi daripada Badan Kasar atau Badan Wadhag.

Dan yang ketiga adalah Bambang Manik maya bagian inilah yang mempunyai makna terpenting karena bagian ini melambangkan pusat kehidupan dimana mengarah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam istilah yang lain bisa disebut atau pernah kita dengar dengan Alam Sejati (Sang Halus). Pada Alam Sejati inilah mempunyai anasir dan arti bahwa di dalam diri manusia yang sifatnya berubah (Sukma Sejati). Sukma Sejati adalah kesadaran hidup yang dinamis dimana bertugas sebagai meme gang kekusaan akan Sukma Kawekas. Dan didalam Sukma Sejati terdapat sifat Kebijak sanaan, kekuasaan, dan wewenang atas seluruh alam semesta beserta seisinya Alam Sejati yang mem punyai anasir Sukma Sejati dapat kita uraikan yang artinya yaitu jagadnya angan-angan, dimana bermuara pada wilayah rohani.

Disini Roh Suci tersebut seperti yang telah kami sebutkan diatas, adalah kecil dan terbatas bila dibandingkan dengan Sukma Sejati dan Sukma Kawekas tetapi sama- sama suci. Terbatasnya Roh Suci menimbulkan adanya lingkungan yang terbatas pula. Karena diantara Sukma Sejati dan Sukma Kawekas terkandung adanya Roh Suci. Demikian juga Roh Suci berasal dari Sukma Sejati dan Sukma Kawekas. Adapun Sukma Sejati tetap menjadi utusan Tuhan Sejati serta menjadi Panutan dan Guru hamba yang sejati dan Sukma Sejati menuntun Sukma Kawekas. Semua kekuasaan ialah Sukma Kawekas berada ditangan Sukma Sejati. Yang utama, per tama dan terpenting inilah pada Roh Suci karena dinamakan sebagai intisari. Dalam selubung Badan Wadhag adanya hubungan erat antara Roh Suci, Sukma Kawekas dan Sukma Sejati dalam ketiga-tiganya tersebut tetap bersatu. Kesatuan dan kesel uruhan daripada Sukma Kawekas, Sukma Sejati dan Roh Suci itu adalah dinamakan kesadaran Tripurusa.
Selengkapnya...

Selasa, 06 April 2010

Kenaikan Dana Bos 2009 Sudah Termasuk BOS Buku

Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2009 sudah dapat di cairkan melalui rekening sekolah masing masing. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengeluarkan Keputusan Nomor 420/123/SK/421. 012/2009 tanggal 21 Januari 2009 tentang Penetapan Alokasi Sekolah Penerima Dana Bantuan Operasioal Sekolah (BOS) - Kabupaten Ma lang Tahun 2009. Dalam surat keputusan terse but ditetapkan alokasi besarnya Dana BOS untuk seluruh sekolah di Kabupaten Malang, dimana jumlah SD penerima dana BOS adalah seba nyak 1.172 dan SMP sebanyak 321 sekolah.

Berkenaan dengan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tersebut diatas, pada tanggal 6 Februari 2009 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengeluarkan surat Nomor 420/163/421.102/2009 perihal pe-ngambilan Dana BOS Januari - Ma ret 2009 yang ditujukan kepada (1) Kepala UPTD TK/SD dan PLS, (2) Kepala SD/SMP Negeri/Swasta se Kabupaten Malang.

Ada yang aneh dalam surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kali ini, yaitu klausul angka 3 yang menyatakan “ Penyaluran Dana BOS periode Januari - Maret 2009 dan April-Juni 2009 sudah termasuk dana untuk pembelian buku teks pelajaran pada BOS BUKU, yaitu (a) Buku IPA dan Pkn untuk kelas 7 - 9 SMP, masing masing 1 buku tiap siswa; (b) Buku IPS untuk kelas 4 - 6 SD, masing masing 1 buku tiap siswa dan (c) Buku Pkn untuk kelas 1 - 6 SD, masing masing 1 buku tiap siswa.

Dengan demikian kenaikan dana BOS yang dipakai propaganda sekolah gratis bukanlah kenaikan dalam arti sesungguhnya, melainkan penggabungan dari dana BOS murni dengan dana BOS Buku yang telah biasa diterima oleh sekolah pada tahun tahun sebelumnya. Malahan jumlah nilainya bisa dikatakan lebih kecil dibandingkan dengan penerima an pada tahun 2008.
Keharusan pembelian buku bagi sekolah penerima Dana BOS tersebut dikuatkan dengan adanya Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (BOS) antara Kepala Sekolah peneri ma Dana BOS dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang selaku Manager Tim PKPS-BBM Kabupaten Malang bidang Pendidik an. Dalam perjanjian pemberian ban tuan tersebut, utamanya pada huruf b tertulis “Dana tersebut sudah termasuk dana untuk pembelian buku teks pelajaran pada BOS BUKU ................ dst.”

Kebijakan Dana BOS Tahun 2009 tersebut sangat mengejutkan kepala sekolah dan pengurus komite sekolah, apalagi bagi sekolah yang sudah terlanjur menggratiskan iuran komite sekolah sebagai dana penun jang pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan. Seorang bendahara komite sekolah pada sekolah di Kabupaten Malang mengatakan bahwa kebijak an Mendiknas sebagaimana dimak sud dalam suratnya No.186/MPN/KU /2008 tentang pelaksanaan Dana BOS Tahun 2009 merupakan akal akalan saja.

“Masak penggabungan dana BOS dan BOS BUKU dikatakan ke naikan, mas ! Kata orang Jakarta sama juga bo’ong. Saya sudah siapkan gugatan terhadap surat Men teri Pendidikan Nasional tersebut. Mungkin sebagai Tergugat lainnya adalah Kepala Dinas Pendidikan, biar bisa sidang di PTUN Surabaya.” Sebagai Bendahara Komite Sekolah dirinya merasa capek mem buat RAPBS, merubah RAPBS kare na adanya surat Mendiknas Nomor 186/MPN/KU/2008 terpaksa meng gratiskan iuran komite sekolah, akan tetapi kenyataannya kebijakan itu dinilainya hanya sekedar untuk men cari popularitas menjelang PEMILU saja. “Kalau pegawai negeri takut untuk menggugat atasannya, lha kalau saya kan bebas. Ini kan jaman reformas, bukan jaman orde baru ! Rakyat nggak boleh dianggap remeh, mas ! Setiap kebijakan harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum, karena Indonesia kan negara hukum ! “ Demikian tuturnya kepada Media Pendidikan sambil menyulut rokoknya. (MD/MP)
Selengkapnya...

Senin, 05 April 2010

Sarana dan Prasarana SDN Lawang 02 Tak Memadai


Sekolah Dasar Negeri 02 Lawang yang terletak di Jalan Kartini disebelah Utara Rumah Sakit Umum Daerah ini memang perlu mendapat kan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Hal ini disebabkan seluruh sarana dan prasarana sekolah dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, tidaklah berlebihan bila hal ini perlu diangkat dan diberitakan guna mendapatkan penanganan secepatnya.

Sekolah ini merupakan salah satu sekolah dari sekolah di zaman penjajahan Belanda yang baru satu kali menerima bantuan dari Pemerin tah Propinsi Jawa Timur pada tahun 2008 sebesar Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) yang digunakan untuk memperbaiki/rehab bangunan gedung. Sebelumnya sekolah ini tak pernah menerima bantuan dari pihak pemerintah, apakah dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jawa Timur atau Pemerintah Kabupaten Malang.
Sarana pendidikan yang ada semuanya hampir dipastikan tidak memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai suatu sarana pendidikan yang memadai, hal ini dapat dilihat mulai dari bangku, papan tulis, lemari buku sampai sarana perkantoran yang ada disekolah.

Bangku disekolah ini merupa kan bangku peninggalan sekolah di jaman Belanda (lihat gambar), papan tulis semuanya sudah melengkung dan tidak rata, lemari buku dibuat sendiri oleh pak Kebon sehingga agak mirip lemari pada rumah petak si gepeng dibawah jembatan. Memang kalau dilihat dari luar, maka akan tampak sekolah ini agak mentereng. Hal ini disebabkan oleh bentuk bangunan dan halaman yang amat luas. Akan tetapi bila dilihat dari dalam, maka suasana memprihatin kan akan terlihat didalamnya.

Sekolah ini terletak ditengah kota Kecamatan Lawang, akan tetapi terlepas dari jangkauan pemantauan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang; sehingga merupakan seko lah yang paling jelek sarana pendidik annya dibandingkan dengan sekolah sekolah yang ada di Kecamatan Lawang. Zainal Arifin AR, selaku Ketua Komite Sekolah sangat mengharap adanya peninjauan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang agar men dapatkan bantuan secepatnya, agar sama dengan sekolah lainnya. “SD yang lain sering mendapat bantuan, tetapi SDN Lawang 02 tak pernah diperhatikan, mas !” katanya kepada wartawan MP. (MD/Nung).
Selengkapnya...

Minggu, 04 April 2010

Taman Kanak-Kanak Kartika IV - 13 Memerlukan Perhatian Diknas


Sekolah Taman Kanak Kanak yang berdiri sejak tanggal 12 Desember 1974 ini sampai sekarang masih tetap beroperasi, walaupun secara phisik kondisi sarana dan pra sarananya cukup memprihatinkan. Sekolah ini menempati satu gedung bekas rumah peninggalan Belanda, yang sampai sekarang tan pa mengalami perubahan. Sekolah ini tetap diminati oleh masyarakat sekitarnya, karena terletak didaerah yang cukup padat penduduknya. Letak sekolah ini di Jalan Sumber Kembar Nomor 8, Lawang.

Walaupun bersaing dengan sekolah sejenisnya, sekolah ini tetap eksis dalam menyelenggarakan pem belajaran bagi anak anak yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Dasar. Saat ini sekolah dikelola oleh seorang Kepala Sekolah dengan di bantu oleh 3 (tiga) orang guru kelas, yang masing masing mendapatkan honor dibawah standar UMR di kabupaten Malang. Akan tetapi dengan modal kesungguhan/pengabdian pada pembangunan dibidang pendidi kan, maka proses pembelajaran di sekolah ini cukup membanggakan. Hal ini terlihat pada beberapa throphy yang berhasil dikumpulkan sekolah dalam berbagai event yang ada.

Siti Chotidjah, Kepala Sekolah TK Kartika IV-13 ini sangat ber harap adanya kunjungan dari pihak instansi terkait guna mendapatkan bimbingan dan bantuan bagi pengembangan sekolah ini kedepan. “Tolong mas, sekolah saya ini dimuat dalam Media Pendidikan agar mendapat perhatian dari berbagai pihak yang terkait. Semoga semuanya nanti dapat membantu memajukan sekolah ini. Murid disini cukup banyak lho, hampir 100 siswa dari berbagai tingkatan masyarakat.” Katanya kepada Media Pendidikan. (MD/Nung)
Selengkapnya...

Sabtu, 03 April 2010

Tanggapan Masyarakat Terhadap Surat Mendiknas Nomor 186/MPN/KU/2008 (lanjutan)


Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Drs Ec HM Bambang Hida yat, AM , yang beralamat di Jalan Dorowati Timur Nomor 28, Desa Mul yoarjo - Kecamatan Lawang ini sempat datang ke kantor Redaksi Media Pendidikan untuk memberikan komentarnya. “Dengan situasi ekonomi yang sangat memberatkan kehi dupan masyarakat sekarang ini, kebi jakan melaksanakan pendidikan gratis ini akan sangat dinanti-natikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Semoga hal ini bukan sekedar hanya wacana, tetapi akan menjadi kenyata an. ”

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini juga menyampaikan salut kepada pimpinan Redaksi Media Pen didikan yang telah berupaya untuk menerbitkan tabloid yang bergerak dibidang pendidikan, diharapkannya media ini sanggup untuk menjadikan pembangunan pendidikan di Kabupa ten Malang akan semakin maju dan berkembang seiring dengan perkem bangan jaman.
Selamat dan sukses !

Drs H Sugiyanto, M.Si Lurah Kalirejo - Kecamatan Lawang ini berkomentar :
“ Sangat setuju, namun demi kian apabila dari pihak sekolah ybs membutuhkan beaya melengkapi sarana sekolah diluar bantuan peme rintah, perlu didukung oleh walimurid melalui Komite Sekolah yang dilaku kan sesuai dengan prosedur dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada serta dilaksanakan secara transparan.” Pria ini juga sangat mendu kung terbitnya Media Pendidikan, karena disamping untuk menambah pengetahuan tentang perkembang an pendidikan, juga bisa digunakan wadah untuk masukan kemajuan pen didikan di Kabupaten Malang pada umumnya.


Eka Ning Sri, seorang pekerja swasta yang juga isteri Ketua RW 02 Kelurahan Lawang, memberikan tanggapan sebagai berikut :
“Saya setuju dengan adanya surat Menteri Pendidikan Nasional No. 186/MPN/KU/2008 yang menggratiskan beaya sekolah SD Negeri dan SMP Negeri di Indonesia, karena dengan ada nya kebijakan tersebut diatas bisa mem bantu meringankan beban para orang tua/wali murid yang kurang mampu. “
“Saya juga mendukung ada nya Media Pendidikan tersebut, karena baru kali ini saya mengetahui warga RW.02 Kel. Lawang menerbitkan tabloid yang memberitakan tentang pendidikan. Sekali lagi sayasangat mendukung !

Drs Purwoto, M.Si. Lurah Lawang mantan Kepala Seksi Peme rintahan pada kantor Kecamatan Lawang ini secara singkat memberi kan komentar sebagai berikut : Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan anggaran pendi dikan harus dialokasikan sebesar 20% dari APBN maupun APBD, oleh karenanya jangan hanya SD Negeri dan SMP Negeri saja yang digratis kan. Kalau bisa ya sampai SMA. Rofi’i, S.Pd pensiunan PNS yang mempunyai kegiatan sebagai Kepala Sekolah SMP PGRI II di Lawang, juga sebagai Ketua Mu syawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Swasta se-Kabupaten Malang, juga sebagai Ketua Komite Sekolah SMP Negeri 1 Lawang dan se-abrek jabatan kegiatan sosial lainnya, mem berikan komentar sebagai berikut: “Kebijakan Mendiknas harus dijalankan lebih dahulu, bila nanti mengalami kekurangan beaya akan dihitung lagi dan diajukan ke instansi yang berwenang dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Malang. Sebagai pelaksana dilapangan apa yang harus dilakukan ya dilakukan lebih dahulu, resikonya nanti bisa dimusyawarakan lagi. Salut kepada Media Pendidikan yang terbit pada saat yang tepat. “
Selengkapnya...

Jumat, 02 April 2010

DPRD Kab Malang Memilih "Bungkam"


Kebijakan Menteri Pendidikan Nasional melalui suratnya No 186/MPN/KU/2008 tertanggal 2 De sember 2008 untuk menggratiskan beaya operasional sekolah SD dan SMP Negeri seluruh Indonesia telah menghebohkan pejabat dan praktisi pendidikan di Malang Raya. Redaksi melayangkan surat kepada para wakil rakyat yang ada di DPRD Kabupaten Malang, masing masing kepada Ketua DPRD yang tindasannya disampaikan kepada para wakil ketua DPRD Kabupaten Malang.

Surat No.014/MP/I/2009 tanggal 28 Januari 2009 tersebut berisi permintaan dan konfirmasi berita tentang :
(1) Kebijakan Pemerintah Kabupaten Malang sehubungan de ngan adanya kewajiban memenuhi kekurangan beaya operasional seko lah dari APBD, bila BOS dari Depar temen Pendidikan Nasional belum mencukupi untuk menggratiskan SD dan SMP Negeri.
(2) Apakah ada rencana un tuk melakukan perubahan anggaran keuangan (PAK) dengan adanya kebijakan Mendiknas tersebut ?
(3) Apakah surat Menteri Pendidikan Nasional tersebut mem punyai kekuatan hukum mengikat bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk melaksanakannya, mengingat Menteri Dalam Negeri tidak diberi tindasannya.

Sampai dengan hari ini pihak pimpinan DPRD Kabupaten Malang belum juga memberikan konfirmasi berita sebagaimana diharapkan oleh khalayak ramai. Demikian pula dengan Komisi B yang membidangi masalah pendidikan, dengan surat Nomor 009/MP/I/2009 ter tanggal 27 Januari 2009 yang berisi per mintaan/konfirmasi berita mengenai :
(1) Kebijakan Pemerintah Kabupa ten Malang yang diwajibkan untuk meme nuhi kekurangan beaya operasional sekolah dari APBD, bila BOS dari Depar temen Pendidikan Nasional belum mencukupi untuk menggratiskan SD dan SMP Negeri.
(2) Dengan kewajiban tersebut pa da point (1), apakah ada kemungkinan untuk mengadakan PAK ?
(3) Apakah kebijakan Menteri Pendidikan Nasional itu sudah tepat, mengingat hanya sekitar 10 s/d 20% masyarakat miskin yang bersekolah di SD dan SMP Negeri ?

Senada dengan pimpinan DPRD Kabupaten Malang, maka Ko misi B yang membidangi masalah pendidikan ini memilih hal yang sama yaitu tidak memberikan komentar alias membungkam. Sebagaimana diketahui bersa ma bahwa kebijakan Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor 186/MPN/KU/2008 adalah untuk menggratiskan beaya operasional sekolah SD dan SMP Negeri diselu ruh Indonesia, maka sepatutnya pihak DPRD Kabupaten Malang ikut kiprah membantu masyarakat kecil dengan mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, terutama rakyat kalangan bawah atau masyarakat miskin.

Sampai saat ini Redaksi belum menerima konfirmasi apapun dari pihak DPRD Kabupaten Malang se hubungan dengan kebijakan Menteri Pendidikan Nasional. Haruskah Re daksi memberikan surat lagi kepada Ketua DPRD dan Ketua Komisi B Kabupaten Malang agar masalahnya segera selesai dan masyarakat tidak lagi bingung.

Berdasarkan hasil pantuan MP, ternyata masih banyak Kepala Seko lah yang belum menggratiskan bea ya operasional sekolah pada bulan Januari dan Pebruari 2009 dengan berbagai alasan. Akan tetapi dengan belum siapnya Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Malang untuk memenuhi kekurangan beaya operasional sekolah dari APBD Kabupaten Malang, maka sudah selayaknya DPRD mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada rakyat yaitu dengan mengusulkan adanya perubahan anggaran keuangan agar kebijakan Mendiknas menggratiskan beaya operasional sekolah pada SD dan SMP Negeri terlaksana.

Kalau pada saat-saat dimana rakyat membutuhkan para wakilnya untuk berbicara membela kepenting an rakyat dengan digratiskannya beaya sekolah, ternyata para wakil rakyat tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Maka dapat dipas tikan pemilihan umum yang dilaksa-nakan pada bulan April 2009 nanti rakyat juga tidak mau memilih mereka mereka yang saat ini duduk di lembaga terhormat DPRD Kabupaten Malang. Semoga menjadi perhatian bagi anggota DPRD Kabupaten Malang, untuk memperhatikan kepentingan rakyat dalam bidang pendidikan ini; terutama kebijakan penggratisan beaya sekolah.(MD/MP)
Selengkapnya...

Kamis, 01 April 2010

Tanggapan Pemkab Malang Terhadap Surat Mendiknas Nomor 186/MPN/KU/2008


Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi daerah dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.

Dalam menanggapi surat Menteri Pendidikan Nasional Nomor 186/MPN/KU/2008 yang intinya menggratiskan beaya sekolah pada SD Negeri dan SMP Negeri terhitung sejak bulan Januari 2009 ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Malang memberikan penjelasan sebagai berikut :
(1) Mengenai kebijakan Pe merintah Kabupaten Malang yang diwajibkan untuk memenuhi kekura ngan beaya operasional dari APBD, merupakan kebijakan Pimpinan Dae rah bersama DPRD yang masih me merlukan pembahasan dengan mem pertimbangkan segala aspek, seperti kemampuan APBD dan peranserta masyarakat dalam pembangunan dunia pendidikan.
(2) Mengenai rencana PAK (perubahan anggaran keuangan) bila terjadi kekurangan dana dalam pengelolaan SD Negeri dan SMP Ne geri, juga merupakan kebijakan Pim pinan Daerah & DPRD berdasarkan hasil evaluasi anggaran berjalan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Penjelasan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Kabu paten Malang tersebut dikirimkan melalui surat Nomor 050/199/421. 202/2009 tertanggal 3 Februari 2009, dimana tindasannya disampaikan kepada Bupati Malang, Wakil Bupati Malang, Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Dr. Nehrudin, SE., MM juga menjelaskan secara transparan pada Media Pendidikan bahwa pada dasarnya pemerintah daerah sangat mendukung sekali adanya peranser ta masyarakat dalam dunia pendidik an, karena saat ini kemampuan ang garan keuangan Pemerintah Kabupa ten Malang sangat terbatas. Apalagi dengan adanya penyiapan kantor baru Pemerintah Kabupaten Malang yang terletak di Kepanjen. Saat ini, dalam APBD Kabu paten Malang Tahun 2009, alokasi anggaran keuangan untuk Dinas Pen didikan Kabupaten Malang secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 40% (empat puluh prosen). Kalau harus dibebani untuk memenuhi sekolah SD Negeri dan SMP Negeri se Kabupaten Malang, mungkin masih memerlukan pembahasan di level pimpinan daerah dan DPRD dengan mempertimbangkan segala aspek yang ada

AROGANSI INSPEKTUR
SKabupaten Malang

Sementara itu pihak Inspektur Kabupaten Malang ketika dihubungi sampai 3x surat permintaan konfirmasi berita sehubungan tugas pengendalian yang harus dilakukan dengan adanya surat Mendiknas Nomor 186/MPN/KU/2008, sampai berita naik ke percetakan masih belum memberikan tanggapan dan konfirmasi. Surat Pimpinan Redaksi Media Pendidikan yang pertama Nomor 005/MP/I/2009 tertanggal 20 Januari 2009 berisi konfirmasi berita tentang kebijakan Pemkab Malang dalam pengendalian pungutan beaya operasional sekolah dan pemberian sangsi bagi sekolah yang melanggar. Surat kedua Nomor 11/MP/I /2009 tanggal 27 Januari 2009 perihal yang sama dengan surat per tama. Surat ketiga Nomor 022/MP/ II/2009 tanggal 2 Februari 2009, perihal yang sama dengan surat pertama dengan tindasan kepada Dewan Pers di Jakarta.

Masalah Kabupaten Malang ini telah dikonsultasikan ke Dewan Pers oleh Pimpinan Redaksi, untuk dapatnya di berikan sangsi sebagaimana tercan tum dalam pasal 18 (ayat) 1 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS Pimpinan Redaksi, untuk dapatnya di berikan sangsi sebagaimana tercan tum dalam pasal 18 (ayat) 1 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS. Pimpinan Redaksi sangat berharap agar semua elemen masya rakat saling menghormati dan melak sanakan Undang Undang sebagai mana mestinya, terutama para pejabatnya. Sebagaimana dilakukan oleh Inspektur Kabupaten Malang yang telah enggan memberikan kon firmasi berita tentang kebijakan Men teri Pendidikan Nasional, padahal yang dikonfirmasikan masih sebatas kewenangan yang diberikan undang undang kepadanya.

Pasal 20 (ayat) 1 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dgn tegas menyebutkan bahwa penye lenggaraan pemerintahan berpedo man pada Asas Umum Penyelengga raan Negara antara lain Asas kepastian Hukum, Asas tertib penye lenggara negara, Asas kepentingan umum, Asas keterbukaan, Asas pro porsionalitas, Asas profesionalitas, Asas akuntabilitas, Asas effisiensi dan Asas Efektivitas. Selain itu, pasal 7 (ayat) 1 Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menyebutkan bahwa Badan Publik wajib menyediakan, memberi kan dan/atau menerbitkan Informasi Publik yang berada dibawah kewena ngannya kepada pemohon informasi publik, selain yang dikecualikan.

Sebagaimana tertulis dalam editoral, dimana Redaksi Media Pendidikan akan selalu menerima nasehat pak Ustadz dan pertimbangan peraturan perundang-undangan dalam mencari dan menyebarkan informasi, maka Redaksi akan mencari solusi yang terbaik. Insan Pers dalam melaksa nakan tugasnya selalu berpedoman pada undang undang tentang Pers dan kode etik jurnalistik, sebaliknya apakah arogansi Inspektur Kabupaten Malang dengan tidak memberi konfirmasi berita yang diminta sudah berlandaskan hukum yang kuat. Untuk itulah Redaksi saat ini telah menugaskan kuasa hukumnya untuk mempelajari arogansi dari Inspektur Kabupaten Malang, bila perlu mengajukan tuntutan melalui lembaga peradilan di samping Dewan Pers. Bukankah dalam masa reformasi diperlukan adanya peja bat-pejabat yang reformist ? Dengan catatan bahwa apa yang dila kukan Redaksi adalah sebatas mem berikan pelajaran terhadap segala bentuk arogansi tanpa mempunyai landasan hukum yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan. (MD/MP)
Selengkapnya...