Selasa, 31 Agustus 2010

Merenungkan dan Menghayati Arti Dari Sebuah Kemerdekaan

mohammad dawoed

Tidak terasa bahwa sudah 65 tahun bangsa Indonesia telah menjalani kehidupan dalam negara yang merdeka. Gelombang pasang surut disegala bidang telah dialami dan dijadikan pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia kedepan, walaupun terkadang sesuatu yang tidak menyenangkan telah menimpa beberapa anak bangsa yang kurang beruntung. Tetapi semangat untuk tetap bertahan dialam kemerdekaan telah menjadikan anak bangsa te-tap mempunyai suatu impian masa depan yang lebih baik.

Kata “merdeka” sebelum tahun 1945 merupakan suatu harapan yang sangat mempesona bagi seluruh bangsa Indonesia, bahkan mereka semua bertekad dengan mengorbankan harta dan jiwanya demi menebus kemerdeka an yang merupakan sebuah impian dan tujuan.

Para pejuang kemerdekaan bertahun tahun mengadakan per lawanan keras terhadap pemerintah kolonial Belanda. Banyak korban yang sengaja didarma baktikan bagi penebusan arti sebuah kemerdeka an, sehingga akhirnya hari yang di nanti nantikan itu tiba. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan kemerdeka annya kepada dunia, walaupun di sana-sini masih banyak yang harus mendapatkan penyelesaian secara seksama dan berkelanjutan. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah menunjukkan, beta pa banyaknya tantangan yang harus diselesaikan dalam memper tahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun sekali lagi, bangsa Indonesia selalu berhasil dan berhasil dalam menyelesaikan segala persoalan bangsa dan mem pertahankan dan mengisi kemerde kaan.

Simak saja usaha yang telah dilakukan oleh Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibi, Gus Dur, Mbak Mega dan Pak SBY. Semuanya bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negaranya yang tercinta. Dijaman penjajahan Belanda hanya segelintir anak bangsa yang berhasil mendapatkan pendidikan yang memadai, itupun terbatas pada tingkatan sosial dan derajat keningratan yang dipunyai. Akan tetapi semuanya tetap bertekad untuk memajukan pendidikan bagi seluruh anak bangsa guna memper siapkan generasi penerus perjuang an bangsa, sehingga ditipkanlah kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” dalam pembukaan undang Undang Dasar 1945. Konsensus nasional telah menyepakati bahwa pembukaan Undang Undang Dasar 1945 meru-pakan harga mati yang tidak boleh mengalami perubahan, walapun batang tubuhnya telah mengalami perubahan sampai empat kali.

Perjuangan anak bangsa yang tergabung dalam organisasi PGRI patut untuk dicatat dalam sejarah, betapa tidak ? Hal ini disebabkan oleh karena berkat usaha dan perjuangan merekalah pemerintah berhasil dipaksa untuk mengalokasikan anggaran pendi dikan se-kurang kurangnya 20% dari APBN dan APBD yang dimulai sejak tahun 2009.

Alokasi anggaran sebesar 20% dari APBN untuk pendidikan telah merombak dan menjadikan perkembangan pendidikan semakin pesat, sampai pemerintah pusat berani mencanangkan program sekolah gratis bagi SD, SMP dan yang sederajat dengan catatan ke-kurangan pendanaannya diharap kan pemerintah daerah mencukupi nya. Dengan kata lain, pemerintah pusat ingin berbagi rasa dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menangani program pencerdasan kehidupan bangsa yang dititipkan oleh para pendiri bangsa.

Permasalahannya, banyak pemerintah daerah yang belum siap untuk mengalokasikan anggaran pendidikan dalam APBD sebagai-mana dikehendaki oleh Undang Un dang Dasar 1945 dan Undang Undang Nomor 20 tahun 2003. Konsekwensinya kembali anak bangsa harus menanggung be ban untuk tetap mengeluarkan bea-ya dalam mengemban amanat “pencerdasan kehidupan bangsa” karena memang sekolah membutuh kan dana masyarakat untuk mencu-kupi kebutuhan pelaksanaan proses pembelajaran berkualitas.

Ada sesuatu yang harus se gera dipecahkan bersama untuk mengatasi permasalahan ini, apa-kah anak bangsa harus meniru pengurus PGRI dengan mengada-kan uji materi terhadap APBD di Mahkamah Agung ataukah dengan sabar menunggu pengertian dan kearifan dari pemegang kekuasaan didaerah. Semuanya hanya soal waktu, menunggu sampai hilangnya kesabaran anak bangsa.

Kemerdekaan dalam bidang pendidikan mempunyai pengertian bahwa sebagai bangsa Indonesia harus bebas dan merdeka dalam menentukan sikap untuk mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku bagi dunia pendidikan. Kemerdekaan dalam bidang pendidikan mempunyai pengertian Kepala Daerah sebagai bangsa Indonesia harus bebas dan merdeka dalam mengambil keputus an mengikuti peraturan perundang undang yang berlaku bagi dunia pendidikan.

Kemerdekaan dalam bidang pendidikan mempunyai pengertian anak bangsa harus bebas dan mer-deka dalam menjalani proses pendidikan disekolah agar menjadi kader kader pemimpin bangsa tanpa dibebani pembeayaan yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab mereka.
Dan itu semua adalah arti dari sebuah kemerdekaan. (Pimpinan Redaksi)
Selengkapnya...

Senin, 30 Agustus 2010

Harapan Sekolah Swasta se-kabupaten Malang: Bupati Malang Segera Mengeluarkan BOS Daerah


Begitu mendengar rencana bahwa Gubernur Jawa Timur akan melaksanakan program wajar-diknas 9 tahun dimulai awal tahun 2010 nanti, maka untuk memantau kesiapan sekolah swasta yang berada di Kabupaten Malang, redaksi Media Pendidikan berhasil menemui bapak Rofi’i, S.Pd selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Swasta Kabupaten Malang.

Dalam paparan kepada Media Pendidikan, beliau menyatakan bahwa pada saat ini pemerintah telah menggalak kan program pendidikan dengan dikeluarkannya surat Menteri Pendidikan Nomor 186/MPN/KU/2008 tanggal 2 Desember 2008, dimana hal tersebut ditindak lanjuti dengan pengalokasian ang garan pendidikan sebesar 20% dari APBN 2009 sebagai konsekwensi logis atas keberhasilan perjuangan pengurus pusat PGRI meng ajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Kemudian saat ini juga pemerintah provinsi Jawa Timur telah mengadakan pengumpulan data RAPBS / RAKS II dengan informasi akan mengeluarkan BOSDA Propinsi Jawa Timur. Untuk wilayah Kabupaten Malang saja, jumlah SMP Negeri adalah 66 buah sedangkan jumlah SMP Swasta telah mencapai 204 sekolah. Bila kebijakan ini dilaksanakan, maka posisi daya saing sekolah swasta akan semakin kecil, mengingat SMP Negeri semua gurunya telah dibayar oleh pemerintah dan sekitar 60% gurunya telah mendapatkan tunjang an sertifikasi. Karena guru di SMP swasta dibayar sendiri oleh yayasan /pengelola sekolah dengan honorarium dibawah UMR.

Nah, kalau pemerintah Kabupaten Malang meng inginkan adanya penyeleng garaan pendidikan di Kabupaten Malang yang berkualitas seyogyanya segera mereali sasikan anggaran pendidikan (diluar gaji guru/PNS) se besar 20% dari APBD sesuai dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, mau pun PP Nomor 48 Tahun 2008. Kucuran dana BOSDA Kabupaten Malang nantinya akan lebih difocuskan untuk peningkatan kesejahteraan guru-guru swasta, sarana dan prasarana serta fasilitas sekolah sekolah swasta di Kabupaten Malang.

Lebih jauh dikatakan bahwa tanpa ada kucuran dana dari Kabupaten Malang untuk sekolah swasta di Kabupaten Malang, maka dapat dipastikan perkem bangan pendidikan di Kabu paten Malang akan menurun dipandang dari segi kwalitas. “Tapi kami selaku Ketua MKKS SMP Swasta se Kabu paten Malang percaya bahwa PemKab Malang lebih tahu dan lebih mengerti tentang kebutuhan yang diperlukan sekolah swasta dalam rangka wajar dikdas 9 tahun gratis yang akan dilaksanakan pada tahun 2010 nanti, mas.” Katanya pada Media Pendidikan mengakhiri wawancara. (MD/MP)
Selengkapnya...

Minggu, 29 Agustus 2010

Madrasah Tsanawiyah Negeri Lawang Diduga Melanggar Aturan


Seakan tidak tahu program dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dewasa ini, Suudah, S.Pd Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Lawang telah melakukan pelanggaran terhadap aturan peme rintah dalam bidang pendidikan pada saat penerimaan siswa baru kemarin dengan mematok harga Rp.1.120.000,- persiswa ditambah beaya pendaftaran Rp.20.000,- Saat ditemui wartawan Media Pendidikan, Kepala Madrasah Negeri ini menya-takan bahwa sekolahnya belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

“Kami tidak pernah terima bantuan apapun dari pemerintah, jadi untuk mengelola pendidikan ini kami harus mengadakan pungutan beaya ini.” Sungguh aneh yang dikatakan Kepala Madrasah ini, padahal dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI terhadap pengelolaan dana BOS pada Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Timur Tahun 2007 dan 2008 semester I Madrasah Tsanawiyah Negeri ini merupakan salah satu madrasah yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Madrasah negeri ini dalam penerimaan siswa bantu telah memungut beaya pendaftaran sebesar 20 ribu, padahal dalam buku Petunjuk Pelaksanaan BOS dinyatakan salah satu penggunaan dana BOS adalah untuk uang formulir pendaftaran. Madrasah ini juga mematok harga Rp.1.120.000,- kepada siswa baru yang harus dilunasi pada tang gal 9 Juli 2009, bilamana tidak akan diganti dengan siswa yang diterima cadangan pada tanggal 10.

Seorang walimurid mengadu pada MP atas perlakukan madrasah ini karena dinilai sangat bertentang-an dengan peraturan perundangan, akan tetapi dirinya tidak berani mela porkannya kepada instansi yang ber wenang karena takut nasib anaknya nanti disekolah. “Kami sebenarnya ingin me laporkan tindakan kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri ini kepada instansi yang berwenang, akan tetapi takut nasib anak kami nanti disekolah.” Seorang Pemerhati Kehidupan Sosial Kemasyarakatan akan melaporkan tindakan kepala MTsN ini kepada pejabat yang berwenang untuk mencabut kebijakan yang arogan, melanggar aturan dan meresahkan masyarakat ini.

“Kami menilai tindakan kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri ini sangat keterlaluan dan bertentang an dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 420/6152/032/ 2005 tanggal 5 Juli 2005. Kasihan masyarakat.” Tukasnya pada Media Pendidikan. Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Malang ketika dikonfirmasi menyatakan belum me ngetahui dan akan menindaklanjuti temuan Media Pendidikan. “Terimakasih, atas informasi nya dan segera akan kami tindak lanjuti sesuai dengan peraturan per undang-undangan yang berlaku.” Tanggapannya mengakhiri konfirmasi dengan Media Pendidikan.(Vid/Rid/MD/MP)
Selengkapnya...

Rabu, 11 Agustus 2010

SMAN 1 Lawang Gelar PAKS - Student Day


Minggu 24 Mei 2009 kema rin merupakan hari yang terpenting bagi masyarakat Lawang terutama siswa/i SMA Negeri 1 Lawang, karena kedatangan salah satu band top dari ibukota FIVE MINUTES. Acara yang seharusnya di gelar bulan Maret ini terpaksa harus mundur karena bersamaan dengan acara kampanye pemilihan legislatif yang baru lalu. Akan tetapi panitia tetap bekerja keras, sehingga acara yang direncanakan sejak bulan Oktober 2008 dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Semua bergembira termasuk ribuan masya rakat Lawang yang ikut menonton, karena hanya dikenakan beaya sebesar Rp.20.000,- sudah dapat menikmati bermacam penampilan hasil kreasi siswa/i SMA Negeri 1 Lawang.

Acara yang digelar sejak siang sampai sore itu berjalan dengan tertib, mulai dengan upacara pembukaan, paduan suara dan beberapa penampilan kreasi para siswa sampai munculnya band FIVE MINUTES dari Jakarta yang sempat memukau para penonton yang terdiri dari para siswa dan ma-syarakat.

Acara persepsi apresiasi kreasi dan seni (PAKS) dikhususkan bagi siswa/i yang ingin mengekspre sikan bakat bakat yang mereka miliki dalam suatu wadah yang dapat disaksikan oleh masyarakat banyak dan ditampilkan bersama bintang tamu yang terkenal, ungkap Anugrah Febriari ketua OSIS SMA Negeri 1 Lawang didampingi oleh Drs Yoni Susianto, MH selaku wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan.

Acara rock music tersebut akan digelar setiap tahun sebagai suatu budaya bagi siswa/i agar memacu untuk berkreasi dalam berbagai bidang sesuai dengan hobby dan kesenang annya.
Akhirnya, ketua OSIS dan Wakasek Bidang Kurikulum mengu capkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlak sananya acara PAKS - Student Day tersebut.
Selamat untuk SMANELA ! (Rookie/MP)
Selengkapnya...

Selasa, 10 Agustus 2010

Kesenian Tradisional Kuda Lumping


Seiring dengan kemajuan jaman yang telah dicapai dengan tidak meninggalkan rasa nasionalis yang tinggi, beberapa saat yang lalu Wakil Bupati Malang telah melantik satuan perlindungan masyarakat (LINMAS) Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang - Kabupaten Malang.
H. Rendra Kresna menyem-patkan datang ke lapangan segitiga dimana acara pelantikan ini dilaksa-nakan dengan menampilkan kesenian tradisional Kuda Lumping seba gai hiburannya, sehingga berbon- dong bondonglah masyarakat kota Lawang melihatnya. Memang saat ini sebagian besar anak bangsa sedang terlena akan kebudayaan asing/barat yang bisa dikatakan lebih memenuhi sele ra anak muda masa kini, akan tetapi ternyata keinginan untuk melihat dan menikmati kesenian tradisional yang jarang diketemukan menjadi terciptanya nuansa kebangsaan yang lebih mendalam.

Kesenian tradisional Kuda Lumping yang ditampilkan bukanlah diambil dari daerah lain, akan tetapi karya anak bangsa yang berada dan berdomisili di Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang - Kabupaten Malang sendiri. Luar biasa ..... ?! Pada saat kebudayaan nasional sudah menjadi puing puing yang hampir lapuk karena dimakan oleh hingar bingarnya kebudayaan barat, masih ada anak bangsa yang beru saha menghidupkan sisa sisa budaya nasional.

Sayangnya, usaha yang di-lakukan tidak mendapatkan tang-gapan dari pihak pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Malang. Padahal dengan keberada an kesenian tradisional yang mum puni merupakan daya tarik tersendi ri bagi bangsa asing/barat yang saat ini sedang kehilangan jatidiri dan kebangsaannya, dikarenakan punahnya kesenian tradisional yang mereka miliki. Untunglah, masih ada peja bat negeri ini yang selalu ingin menampilkan kesenian-kesenian tradisional dalam acara acara elite tanpa rasa malu sedikitpun. Menga-pa harus malu untuk menampilkan budaya sendiri, padahal masih ba-nyak yang tidak malu untuk menam pilkan budaya asing.

Selamat dan salut kepada bapak H.Rendra Kresna atas kese-diaannya untuk menampilkan kesenian tradisional dalam acara acara resmi sebagai hiburan segar kepada masyarakat. Selamat juga kepada bapak Lurah Lawang yang tidak malu untuk menampilkan kesenian milik bangsa sendiri. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu memberikan rakmat-Nya. (Nung-Ried/MP)
Selengkapnya...

Senin, 09 Agustus 2010

Taman Kanak Kanak Islami Insan Cita Lawang


Taman Kanak Kanak Islami Insan Cita Lawang merupakan Taman Kanak Kanak yang berada dibawah naunganYayasan Permata Sari dibawah pimpinan Ny. Hj. Sri Subekti Djoewaeni ini, meru pakan taman kanak kanak Islami yang bertujuan untuk :
1. Menanamkan kekokohan aqidah dan kecerdasan spiritual.
2. Menumbuhkan semangat mem pelajari ilmu.
3. Membentuk akhlaq mulia dan pe rilaku sopan-santun terhadap orang tua dan lingkungan sosialnya.
4. Menumbuhkan sikap dan kebia-saan hidup sehari-hari yang positif.
5. Mengembangkan potensi fisik se cara seimbang.
6. Mengembangkan kreativitas, se ni dan estetika.

Untuk mencapai tujuan ter sebut, strategi yang digunakan ada lah Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu proses pembelajar an yang mendorong anak-anak me nggunakan pemahamannya untuk mengembangkan diri sesuai dgn yang konteks yang dihadapinya da lam kehidupan sehari-hari. Focus pembelajarannya, antara lain :
1. Belajar Berbasis Masalah
2. Pengajaran Autentik
3. Belajar Berbasis Inquiri
4. Belajar Berbasis Proyek
5. Belajar Bebasis Kerja.
6. Belajar Bekerjasama.
Sedangkan prinsip Dasar Pendidikan, akan meliputi tabsyir, keteladanan dari guru, hafalan, pujian, penghargaan dan motivasi Berperestasi, pembiasaan dan pengajaran bahasa.

Visi sekolah adalah menjadi lembaga pendidikan Islam “qurrata a’yun” yang berkualitas sesuai de-ngan perkembangan zaman dgn berlandaskan AlQuran dan Hadits. Misinya adalah membangun generasi “qurrata a’yun” yang cerdas dan mampu memberikan kesejukan bagi orangtua dan ling-kungan sekelilingnya. Saat ini membuka pendaftar an siswa baru, dengan syarat :
1. Photocopy KK
2. Photocopy akte kelahiran
3. Mengisi formulir pendaftaran.
Langsung hubungi alamat sekolah tersebut diatas. (Nung/MP)
Selengkapnya...

Minggu, 08 Agustus 2010

Taman Kanak Dharma Wanita Lawang


Taman Kanak Kanak Dharma Wanita ini didirikan pada tahun 1989 oleh Yayasan Dharma Wanita Persatuan dengan akte notaris Nomor 650/104.26/E/1996 yang menempati luas bangunan 162 m2 diatas lahan seluas 576 m2. Taman Kanak Kanak ini terletak di komplek Perumahan Bedali Indah, Desa Bedali - Kecamatan Lawang, Kabu-paten Malang. Ijin pendirian Taman Kanak Kanak ini diperoleh dari Kantor Wi layah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang dengan Surat Keputusan Nomor 650/104.25/E/96 tanggal 24 Juli 1996 disertai dengan Nomor Statis tik Taman Kanak Kanak Nomor 004051806524 atas rekomendasi dari Kantor Depdikbud Kecamatan Lawang tanggal 18 Juli 1996.

Visi TK Dharma Wanita Persatuan Bedali adalah memper siapkan Penerus Bangsa yang Cer das, Santun, Kreatif dan Mandiri.

Untuk mewujudkan visi ter sebut ditetapkan Misi, antara lain :
1. Mengadakan kegiatan yang dpt memacu siswa untuk berkompetisi dan berprestasi.
2. Membentuk pribadi siswa yang bertanggung jawab dan penuh semangat.
3. Membudayakan hidup bersih, disiplin dan sehat.
Taman Kanak Kanak ini mempunyai 2 (dua) rombongan be lajar, yaitu TK -A dan TK-B. Sedang kan tenaga pengelola terdiri dari :
1. Kepala Sekolah 1 orang.
2. Guru Kelas 2 orang.
3. Guru Pembantu/TU 2 orang.
4. Penjaga Sekolah 1 orang.
Sarana dan prasaran yang dimiliki sekolah antara lain :
1. Ruang kelas 2 ruang.
2. Ruang penunjang terdiri dari :
A. Ruang Kantor Kepala Sekolah
B. Ruang UKS dan dapur
C. Kamar mandi
D. Ruang serba-guna.
Sekolah menggunakan kuri kulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum tahun 2004 yang telah disesuaikan, antara lain meliputi :
A. Kalender Kegiatan
B. Tema-Pembelajaran.
Kegiatan ekstra kurikuler yang diberikan pada siswa/siswa adalah :
1. Calisting
2. Bahasa Inggris

Saat ini TK Dharma Wanita ini masih memberikan kesempatan pendaftaran siswa/siswi baru untuk tahun ajaran 2009/2010 langsung berhubungan dengan sekolah di :
Jalan Wijayakusumah, Perumahan Bedali Indah, Lawang - Malang. (Nung/MP)
Selengkapnya...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Taman Kanak Kanak PGRI Lawang


Sekolah TK PGRI 01 Lawang ini didirikan sejak tahun 1972 dengan memiliki NSS 004051806248 dan sudah di akreditasi.
Adapun fasilitas yang dimiliki sekolah antara lain adalah :
1. Ruang kelas A sebanyak 1.
2. Ruang kelas B sebanyak 1.
3. Ruang kelas KB sebanyak 1.
Pelajaran Ekstra Kurikuler yang diberikan terdiri dari :
1. Calistung
2. Mengaji Iqro’
3. Seni Tari
4. Seni Musik
5. Bahasa Jawa.
Sekolah yang terletak di Kelurahan Lawang, Kecamatan Lawang ini mempunyai Visi membentuk insan yang unggul, kre atif dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedang Misinya adalah :
1. Mengembangkan kemampuan sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
2. Kemampuan dan ketrampilan dasar.
3. Menjadi anak yang kreatif dan cerdas.
4. Mencetak menjadi warga negara yang berbudi pekerti luhur, cinta sesama dan negara.

Saat ini TK ini sedang mem buka kesempatan pendaftaran baru dengan persyaratan :
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Melampirkan fotocopy surat kela hiran atau akte kelahiran.

Beaya pendaftaran siswa/i baru diatur agar tidak memberatkan orangtua adalah berupa uang seragam, uang alat tulis/belajar (sampai tamat), uang sarana dan prasarana, SPP, uang pasphoto raport dan SKTB disertai dengan uang sumbangan bangunan. Pendaftaran dapat dilaku kan langsung kesekolah dengan alamat : JALAN NGAMARTO I/180 LAWANG.

Selengkapnya...

Jumat, 06 Agustus 2010

Taman Kanak Kanak Islami Hidayatul Qur'an Lawang


Dewasa ini kesadaran masyarakat akan perkembangan anak sejak usia dini sampai dewasa sangat tinggi, namun keberadaan pendidikan berkualitas yang dapat menampung aspirasi tersebut masih sangat terbatas dan mahal. Seiring dengan dinamika tersebut TK Hidayatul Qur’an sesuai dengan misi-nya berupaya ikut serta membentuk dan mewujudkan pribadi anak yang memiliki akhlaq ul karimah melalui pendidikan Islam berkualitas.

Dan alhamdulillah, setiap tahun TK Hidayatul Qur’an berhasil meluluskan anak anak yang berpres tasi, diantaranya hatam Iqro’ juz i s/d 6, hafatl do’a-do’a pendek, hafal surat surat pendek dengan ditun-jang prestasi lainnya seperti lancar membaca, berhitung, menulis, bahasa Arab, bahasa Inggris, mewarna, praktek sholat dan lain lain.

Visi TK Hidayatul Qur’an adalah terbentuknya pribadi akh-laqul karimah melalui pendidikan Islami berkualitas, menumbuh kem-bangkan moral keagamaan, kecerdasan intelektual (IQ), Emosi (EQ) dan fisik yang bertumpu pada akh-laqul karimah.

Guna mencapai visi tersebut maka Misi sekolah akan meliputi :
1) menanamkan aqidah Islam sejak dini.
2) membimbing anak menge nal dan menerapkan akhlaqul kari-mah dalam kehidupan sehari-hari.
3) mengembangkan intelektual anak sebagai apresiasi pengemba-ngan diri.
4) melatih anak bersosialisasi dengan lingkungan agar mandiri.
5) melatih anak untuk mengembang kan motorik halus dan motorik kasar
6) terwujudnya lulusan TK Hidayat-ul Qur’an yang memiliki benih benih manusia Islami, maju, mandiri, berani, unggul dan ceria.

Sedangkan program yang diunggulkan dalam TK ini adalah program katagori umum, program katagori keagamaan dan program praktek keagamaan seperti pelatih anmenjadi muadzin dan pelaksana an istigjosah.

Saat ini TK Hidayatul Qur’an membuka pendaftaran murid baru dengan catatan pendaftaran akan ditutup bila kapasitas yang tersedia telah terpenuhi. Pendaftaran dapat dilaku-kan dialamat sekolah : TK HIDAYATUL QUR’AN Jalan Slamet Riyadi No.02 Telp. 0341 - 422424. Setiap hari dari jam 07.00 s/d 10.00 wib. (Nung/MP).
Selengkapnya...

Kamis, 05 Agustus 2010

Taman Kanak Kanak Islami Al Masyithoh 07 Lawang


Taman Kanak Kanak Islami Al Masyithoh 07 merupakan sekolah yang bernaung dibawah organisasi wanita Nahlatul Ulama yang dikenal dengan nama Muslimat - NU. Sekolah ini terletak di Jalan Ketindan - Lawang. Walaupun keadaan sekolah masih sangat memprihatinkan, akan tetapi semangat Kepala Sekolah dan para gurunya tetap tegar guna mencapai visi dan misi sekolah yang ditetapkan. Oleh kare na itu, sekolah ini masih dapat berta han walaupun diberbagai tempat berdiri sekolah sejenis yang mempunyai sarana dan prasarana yang lebih memadai.

Pelajaran yang diberikan kepada siswa/i sekolah diberikan dengan kombinasi, yaitu diberikan pelajaran membaca, menulis dan berhitung, akan tetapi disamping itu pula diberikan pelajaran keimanan agar tercipta generasi usia dini yang terampil, cekatan, kreatif, percaya diri dan mampu melaksanakan iba dah sebagai manusia beriman.

Kepala sekolah yang selalu banyak senyum ini sempat pula men ceriterakan bahwa gedung sekolah ini kadang kadang didatangi makh-luk halus atau jin yang suka meng-ganggu, akan tetapi berkat adanya campur tangan “selawatan” yang dilakukan oleh Ustad Abdul Qodir Abuamar, sekarang sekolah ini kembali menjadi bersih, sehat dan menyenangkan. Saat ini rombongan belajar sekitar 25 siswa dengan diasuh oleh 3 (tiga) orang guru yang berpengala man. Taman Kanak Kanak Islam ini sangat mengharap kan adanya bantuan dari berbagai pihak untuk membangun dan me-ngembang sekolah serta menum-buhkan kepercayaan masyarakat sebagaimana keadaan sekolah ini pada masa yang lalu. “Kami sangat berterimakasih masih ada media yang mau menilik sekolah kami dan akan membantu mempromosikan sekolah kami dengan cuma-cuma. Sungguh, kami sangat berterimakasih, mas.” demikian ucapan kepala sekolah mengakhiri wawancara. (Nung-Ried/MP)
Selengkapnya...

Rabu, 04 Agustus 2010

SD Kalirejo 05 - Hasil Uluran Tangan Dunia Industri


Menurut Yuni Bintoto, S.Pd kepada MP, SD Negeri Kalirejo 05 merupakan satu-satunya SD yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Semua pembanguan pada sekolah ini selian merupakan partisipasi para orangtua siswa juga dari bantuan pihak dunia industri, dalam hal ini PT Otsuka Indonesia. Hal ini merupakan keberhasil an pihak pengelola sekolah bersama Komite Sekolah dalam menghubungi pemuka masyarakat dilingkungan sekolah dan pendekat an dengan dunia industri yang ada didekat lingkungan sekolah.

SD Negeri Kalirejo 05 yang terletak di kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang ini memang merupakan sekolah dengan lingku-ngan asri dan bersih, sehingga sangat nyaman bagi siswa/i untuk mengkuti proses belajar mengajar yang dilaksanakan disekolah.

Visi dari sekolah ini adalah :
- Unggul dalam pembelajaran
- Bersaing dalam prestasi belajar,
- Berdasar pada Akhlaq Mulia.
Misi untuk mencapai visi yang telah ditetapkan adalah :
- Mengembangkan intelektual, emosional dan spiritual untuk membentuk pribadi yang unggul dan berkualitas.
- Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sarana pen- didikan.
- Mengembangkan kecakapan hidup (life skill)

Saat ini SD Kalirejo 05 ini sedang menyiapkan program program yang akan dilaksanakan pada tahun pela jaran 2009/2010, sehingga nanti dapat dicapai hasil yang memuas kan berbagai pihak terkait. Dijelaskan pula oleh pria berkumis ini, bahwa untuk kegiatan ekstra kurikulum yang diunggulkan adalah usaha kesehatan sekolah (UKS), karena perlengkapannya lengkap berkat pertisipasi dari dunia industri dalam hal ini PT Otsuka Indonesia.

Sedangkan dalam pengelo laan sekolah, Kepala Sekolah mene gaskan bahwa pelaksanaan penge lolaan dan pertanggungjawaban Dana BOS tidak ada kendala, artinya semuanya telah dilaksana-kan sesuai dengan petunjuk yang ada. “Kami mengelola sekolah ini dengan transparan, mas ! Karena itu kami sangat menghargai hak hak walimurid tentang sistim pembelajar an yang ada di SD Kalirejo 05.” Sekolah yang tampak bersih dan asri ini tidak begitu kelihatan dari luar, karena terletak didalam perkampungan dengan jalan yang sempit, namun openspace sekolah ini masih cukup luas untuk rencana pengembangan kedepan. Selamat bekerja pak Yuni ! (Nung-Ried/MP)
Selengkapnya...

Selasa, 03 Agustus 2010

Mengenal Lebih Dekat Soekantono


Bagi masyarakat dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Malang tentunya tidak asing dengan nama Soekantono, seorang pensiunan guru sekolah dasar yang sampai saat ini tetap beraktivitas untuk rekan sejawat-nya sesama pensiunan pegawai negeri.

Pada masa mudanya, keti-ka beliau masih mengajar di seko lah dasar terlihat selalu energik dan penuh semangat untuk dapat me ngantar murid muridnya mencapai ranking tertinggi dalam setiap mata pelajarannya. Demikian juga, karena beliau juga adalah menantu seorang kepala sekolah SD maka sudah barang tentu beliau akan selalu tampil dengan penuh sema-ngat dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru, walau hanya seorang guru sekolah dasar.

Saat ini Soekantono aktif dalam mengurusi rekan sejawatnya sesama pensiunan pegawai negeri yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), khususnya yang berada di Kecamatan Lawang. Beliau ini lebih banyak mengisi waktu senggang dengan mengadakan berbagai aktivitas, dalam mengurusi sesama pensiunan di PWRI yang berkantor di Jalan Thamrin Nomor 2, Lawang (lihat gambar bawah), beliau juga aktif dalam rombongan orkes keron cong bersama anggota masyarakat lainnya di kelurahan Kalirejo.

“Dalam mengisi hari tua ini, tak perlu aktivitas yang memberat kan badan. Soalnya badan ini sudah tua dan ringkih, jadi aktif dibidang yang dapat diurusi dengan santai. Salah satunya orkes keroncong.” Katanya pada wartawan MP. Dalam prinsip menjalani kehidupan ini, beliau mengatakan bahwa kehidupan manusia itu se-perti bulan yaitu mulai tampak kecil (bayi), menjadi besar (dewasa) dan akhirnya kecil lagi (tua) lalu ........ kembali keasalnya, yaitu Tuhan semesta alam.

Terkadang masa tua bagi sebagian orang yang tidak siap, merupakan “hukuman” yang paling berat, karena :
1. Bagi seorang karyawan dalam segala tingkatan, mereka akan merasa kehilangan jabatan dan harga diri merosot dalam panda-ngan masyarakat.
2. Harus mengencangkan ikat ping gang dalam mengarungi hidup, karena penghasilan pensiunan kan kecil.
3. Merasa tersingkir dari pergaulan, karena tidak dihormati dan dila-yani lagi sebagaimana ketika masih menjabat.

Akan tetapi kalau bisa me-nyadari dan menerima kodrat dan tidak terlalu banyak berharap, meng hayal yang bukan-bukan, maka kehidupan hati tua untuk menikmati masa pensiun akan menjadi surga tersendiri. Beberapa faktor yang harus diterima oleh para wreda adalah 8 B yaitu Botak, Bingung, Blereng (mata kabur), Budheg (tuli), Bungkuk, Beser (sering kencing), mBisu dan Bawel.

Oleh karenanya seringkali para wreda ini mengeluh tentang kehidupan karena munculnya faktor 8B tersebut, selain masalah pengha silan pensiunan yang masih minim. Demikian juga masalah keluarga yang mengalami perubahan. Bagi Soekantono, konsep keterbukaan dalam berkomunikasi dengan keluarga, rekan sejawat dan masyarakat pada umumnya akan mengurangi beban pikiran yang pada akhirnya akan mempercepat timbulnya faktor 8 B tersebut.

Kesibukan lain yang dilaku-kan Soekantono adalah mengikuti Yayasan Gerontologi “ABIYOSO” yang khusus beranggotakan para manula. Melalui yayasan inilah semua informasi tentang konsep pembinaan usia lanjut ditekuninya agar dapat mengambil hikmah dan manfaat dalam menjalani kehidupan sebagai manusia lanjut usia (LANSIA). Berbicara masalah pendidik an, beliau masih sangat antusias dan bersemangat. Beliau berjanji pada redaksi MP akan mengirim hasil pemikirannya dalam bebagai permasalahan pendidikan yang ada ditanah air. “Pokoknya dengan adanya tabloid MEDIA PENDIDIKAN ini saya akan berusaha untuk menulis lagi demi untuk kemajuan pendi-dikan ditanah air. Apalagi pimpinan redaksinya kan masih mantan murid saya di sekolah dasar dulu.” sambungnya kepada MP. Akhirnya hanya doa agar beliau dan seluruh wredatama yang ada mendapatkan rakhmat dan inayah dari Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga ! (Nung-Ried/MP)
Selengkapnya...

Senin, 02 Agustus 2010

Profil SMA PGRI Lawang


SMA PGRI Lawang berdiri sejak tahun 1979 ini semakin lama semakin berkembang seiring berja lannya waktu, berkat pengelolaan yang profesional dari kalangan PGRI yang memang sangat ahli dibidang pengelolaan pendidikan.

Adapun beberapa nama Kepala Sekolah yang menjabat di SMA PGRI ini adalah :
1. Drs. H. Aloewi Sofyan Hadi
Periode 1979 - 1983
2. Drs. H.Sutikno Mz, SH, M.Si
Periode 1983 - 2001
3. Drs. H.Moch. Hufron
Periode 2001 - 2005
4. Drs. R.Eko Pribadi, S.Pd.
Periode 2005 - sekarang.

Beberapa keunggulan yang dijadikan kebanggaan sekolah, antara lain :

* Muatan Lokal :
Perakitan komputer

* Tiga Bahasa Internasional
Inggris, Jerman dan Jepang

* Prestasi Non Akademik

* Jurnalistik

Saat ini susunan pengelola sekolah adalah :

Kepala Sekolah
Drs. R. EKO PRIBADI S.Pd.

Waka Kurikulum
Drs. M. HARYADI

Waka Kesiswaan
M. IKBAL FATAH, S.Pd.

Waka Sarana & Prasarana
Drs. HARIYANTO

Waka Humas
Drs. BAMBANG PUJIANTO

Pada tahun 2008 telah berhasil meraih juara SMA terbaik dilingkungan PGRI se Jawa Timur, dikarenakan beberapa keunggulan yang dimiliki sekolah ini, baik dalam bidang prestasi akademik maupun prestasi non -akademik. Pengembangan sekolah dilakukan terus menerus guna men ciptakan generasi muda yang dapat diharapkan sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, hal ini tampak pada lulusan yang dihasilkan sekolah yang telah banyak memper-oleh kedudukan penting, baik pada instansi swasta maupub pemerintah. Bagaimanapun, SMA PGRI Lawang akan merupakan kebangga-an bagi seluruh masyarakat Lawang dan sekitarnya.
Selengkapnya...

Minggu, 01 Agustus 2010

Lelananging Jagad, Panengahing Pandawa Bhagawat Gita Percakapan Suci Dengan Shri Batara Whisnu


Dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan tidak ada pilihan bagi Pandawa kecuali me-laksanakan perang dengan Kurawa, karena berbagai jalan musyawarah untuk mencapai perdamaian tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Perang Bharata Yudha harus dilaksanakan sesuai dengan kehendak dewata, agar supaya kebenaran dan keadilan dapat diwujudkan. Namun ketika genderang perang sudah dibunyikan dan kedua belah pihak sudah saling ber hadapan, satria panengahing pandawa ini lalu melemparkan panahnya sambil berkata kepada Shri Bhatara Kresna yang ditakdirkan untuk menjadi kusirnya : “Oh Kresna, setelah aku melihat kaum keluar-gaku hadir disini untuk berperang, anggota badanku tidak berdaya lagi dan mulut menjadi kering dan rambut tak bergerak lagi. Aku melihat ciri ciri yang tidak baik, akupun tak melihat adanya suatu kebaikan dengan membunuh orang-orang sebangsaku dalam peperangan.

Aku tak mengingini kemenangan, kerajaan dan kegembiraan, karena apakah gunanya kemenang an, kerajaan dan kegembiraan dalam hidup ini ? Untuk kepentingan mereka kita menginginkan kerajaan, kenikmatan dan kepuasan. Kini semua mereka itu pada berdiri dimedan perang untuk mempertaruhkan jiwa dan kekayaannya. Guru-guru, bapak bapak, putera-putera, paman paman, mertua, cucu cucu dan keluarga lainnya. Aku merasa tak ingin membunuh mereka semua hanya karena mengingin-kan kemenangan dan kekuasaan belaka.

Kenikmatan apakah yang akan dilimpahkan atas diri kita setelah membunuh mereka yang juga adalah bagian dari keluarga kita sendiri. Hanya dosalah balasan bagi diri kita, apabila kita membunuh para penjahat itu ? Mereka dengan pikiran yang diliputi oleh perasaan loba dan tamak, tidak melihat kesalahan dalam menghancurkan keluarga dan juga tidak merasa berdosa bila mengkhianati teman. Tapi kita yang mengetahui bahwa menghancurkan keluarga itu dosa, apakah tidak ada jalan lain untuk melepaskan diri dari peperangan ini ? “.

Demikian ungkapan perasa an yang disampaikan Arjuna kepada Kresna, karena merasa tidak sang-gup untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dengan cara membu-nuh keluarga sebangsanya. Sikap ini diambil oleh Arjuna karena rasa kasih sayang yang sangat menda-lam terhadap keluargas sebangsa-nya, walaupun dia mengetahui bahwa para Kurawa tidak pernah memikirkansegala tindakannya apakah sesuai dengan kebenaran dan keadilan atau tidak. Apalagi sebagai seorang satria yang sejati yang telah berhasil mengetahui arti dan inti kehidupan ini, seharusnya berbeda pola pikir dan tindakannya dengan Kurawa yang selalu hanya mementingkan hawa nafsunya tanpa mengindah kan aturan dewata agung.

Ungkapan yang dikatakan oleh Arjuna ini tentu seringkali menjadi pemikiran bagi anak bangsa yang mengingkan adanya penegakan keadilan dinegaranya, karena setiap manusia yang hidup pasti mengandung unsur kebenar-an dan keadilan didalam dirinya yang disebut nurani. Akan tetapi bisakah nurani ini memenangkan peperangan dengan hawa nafsu yang selalu menyodorkan keindah an kehidupan dunia ini ? Pertentangan antara pola pikir duniawi dan nurani ini membuat Arjuna gamang dalam bertindak, oleh karenanya dibutuhkan penje lasan yang akurat dari Kresna yang merupakan penjelmaan dari Shri Bhatara Wishnu, agar mempunyai ketegaran dan semangat untuk bertindak menegakkan keadilan. (BERSAMBUNG)
Selengkapnya...